FPI : Indonesia tanpa kaum Liberal

Februari 20, 2012

 Indonesia Tanpa Liberal

Bilal, Rabu, 15 Februari 2012 20:29:44

JAKARTA (Arrahmah.com) – Dua serangan opini yang dibangun terhadap FPI berupa penolakan sekelompok ormas yang mengklaim mewakili warga Dayak untuk memasuk Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada Selasa 14 Februari 2012 dan demo gerombolan massa yang menamakan diri “Koalisi Rakyat Indonesia Tanpa FPI” di Jakarta, tidak membuat gentar FPI.

Menanggapi aksi tersebut, Ketua DPD FPI Jakarta Habib Salim Al-Attas mengatakan, “Bagi FPI, pro kontra sudah biasa. Namun, jadikanlah aksi demo yang damai, sampaikan aspirasi dengan tidak mengganggu keamanan,” kata dia. Baca entri selengkapnya »


FPI, Televisi dan Dajjalisme Informasi

Februari 20, 2012

Kamis, 16 Februari 2012

Mengapa koran dan TV bernafsu ‘memberangus’ FPI? boleh jadi karena ada huruf “I” (Islam) di belekang FPI

Oleh: Suharsono

SENIN siang, 9 Juni 2008, lebih dari 9000 umat Islam “mengepung” Istana Negara menuntut Ahmadiyah dibubarkan. Massa umat Islam se Jabodetabek berpakaian putih-putih ini juga meminta Habib Rizieq Shihab, pimpinan FPI dibebaskan.

Usai dari Istana Negara, massa menuju Polda Metro Jaya guna mengunjungi Ketua FPI, Habib Rizieq. Aksi damai bertema “Sejuta Umat” ini dihadiri puluhan ulama, tokoh Islam, aktivis Islam dan para habaib.

Dalam sebuah orasi, KH Nur Muhammad Iskandar, Pimpinan Pondok Pesantren Assidiqiyah mengatakan, jika tak ingin dianggap sebagai kepanjangan tangan Amerika, maka pemerintah harus segera membubarkan Ahmadiyah. “Jika tidak membubarkan Ahmadiyah, Presiden akan bertanggungjawab di hadapan mahkamah Allah, “ujar Kiai Nur.

Setelah orasi, sekitar sepuluh ulama dan kiai menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Meski hanya ditemui juru bicaranya, Andi Malarangeng, yang tak lain kakak kandung Rizal Malarangeng, anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang juga penyiar Metro TV.

Tapi jangan kecewa, sebab ribuan massa itu bukan berita besar. Karenanya, televisi tak perlu menyiarkannya secara langsung –apalagi harus– menayangkan gambar secara berulang-ulang. Suara umat Islam tak terlalu penting!

Bandingkan dengan berita sebelumnya, selang beberapa jam kerusuhan Monas,  1 Juni 2008,  seluruh media massa –terutama TV—seolah serempak. Meminjam bahasa Widji Tukul, “hanya satu kata, lawan FPI!”.  Dalam waktu sekejap, opini masyarakat yang tadinya meminta polisi menindak FPI tiba-tiba melebar meminta organisasi Islam yang dijuluki kalangan AKKBB sebagai “preman berjubah” layak dibubarkan. Baca entri selengkapnya »


Lutfi as-Syaukani Menolak Islam dan Nabi Muhammad

Februari 20, 2010

Hari Rabu (17/2) ruang sidang MK dikejutkan dengan pernyataan saksi ahli yang dihadirkan oleh pemohon uji materi UU 1/PNPS/1965,  Lutfi as-sayukani
Lutfi as-Syaukani yang menyatakan, bahwa kesalahan Lia Eden, sama dengan kesalahan Nabi Muhammad saat awal kemunculan Islam (detik.com, 17/2/2010).

Pernyataan ini, sebenarnya tidak mengejutkan, jika kita membaca naskah permohonan uji materi UU 1/PNPS/1965 yang diajukan oleh tim advokasi kebebasan beragama, selaku pemohon, sebagai berikut:

“Jika logika penyimpangan agama ini terus dilanjutkan, maka sesungguhnya masing-masing agama merupakan penyimpangan terhadap yang lainnya. Kristen tentu menyimpang dari Yahudi dalam banyak kasus, misalnya bolehnya memakan daging babi atau tidak khitanan dalam Kristen, sementara Yahudi melarang memakan babi dan mengharuskan khitanan. Islam pasti dalam penyimpangan nyata dari agama Kristen yang menganggap Yesus sebagai Tuhan, sementara Islam hanya menganggap Yesus sebagai Nabi. Jika ditunjuk ke dalam sejarah, maka semua agama sebetulnya muncul sebagai bentuk penyimpangan terhadap doktrin-doktrin agama tradisional sebelumnya.” (hal. 21) Baca entri selengkapnya »


Luthfi Assyaukanie vs Abdillah Toha: tentang Israel

Februari 10, 2009

Rakyat  Palestina tidak akan takut dengan Zionis Isarel

Beberapa Catatan dari Israel
oleh
Luthfi Assyaukanie ( anggota JIL – Jaringan Islam Liberal )

Saya baru saja melakukan perjalanan ke Israel. Banyak hal berkesan yang saya dapatkan dari negeri itu, dari soal Kota Tua yang kecil namun penuh memori konflik dan darah, Tel Aviv yang cantik dan eksotis, hingga keramahan orang-orang Israel. Saya kira, siapapun yang menjalani pengalaman seperti saya akan mengubah pandangannya tentang Israel dan orang-orangnya.

Ketika transit di Singapore, seorang diplomat Israel mengatakan kepada saya bahwa orang-orang Israel senang informalities dan cenderung rileks dalam bergaul. Saya tak terlalu percaya dengan promosinya itu, karena yang muncul di benak saya adalah tank-tank Israel yang melindas anak-anak Palestina (seperti kerap ditayangkan oleh CNN and Aljazira). Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.